hut ri
Pemkab Karawang Meminta Pemerintah Pusat Untuk Memberlakukan HET Garam
0 Komentar 130 pembaca

Pemkab Karawang Meminta Pemerintah Pusat Untuk Memberlakukan HET Garam

Ekonomi

KARAWANG.INFO-NUSA.COM- Pemerintah Kabupaten Karawang, meminta Pemerintah Pusat untuk memberlakukan harga eceran tetap (HET) garam. Hal tersebut dilakukanuntuk meningkatkan dan melindungi petambak garam ditengah serbuan garam impor.

"Saya berharap dalam produksi garam ini adanya pemberlakuan HET. Kita ini memiliki potensi yang sangat besar. HET ini bisa melindungi para petambak garam," ungkap Sekretaris Dinas Perikanan Abuh Bukhori.

Abuh menjelaskan petani garam lokal, saat ini harus bisa menerima harga garamnya di pasaran Rp300-Rp700 perkilogram ketika garam impor tiba.

"Memang dalam kebijakan, pengepul garam lokal bisa menumpuk terlebih dahulu hasilnya. Dan ketika musim paceklik, baru garamnya dijual," katanya.

Tetapi petambak garam pernah merasakan untuj yang sangat besar, yakni ketika harga garam saat itu melejit hingga Rp5.000 perkilogram.

Potensi pertambakan garam di Karawang sangat besar, saat ini terdapat 380 hektar lahan yang berpotensi menjadi tambak garam. Namun yang baru termanfaatkan hanya sebanyak 177 hektar.

Sedangkan dari lahan 177 hektar itu, tambak garam itu bisa menghasilkan 3981 ton garam setiap tahunnya.

"Perbaikan kualitas terus kita lakukan. Salah satunya adalah meningkatkan mutu melalui geoisolator.

Dimana menjaga garam untuk tetap bersih dan cepat panen. Hanya saja tinggal melakukan pengelolaan lebih lanjut dari pembuatan garam yodium hingga pengemasan," pungkasnya.

Sumber : diskominfo
Man/Ajp : Info-nusa.com

Author

Profil

 

STRUKTUR ORGANISASI
MEDIA ONLINE
INFO-NUSA.COM
Pimpinan Redaksi : Iwan, ST.,S.Kom.,MM
Biro Kab. Karawang : Tarman Seherman
Biro Kab. Purwakarta :  
Biro Kab. Subang : Tajudin
Bidang IT : Deni Akbar
Bidang Video : Wawan Setiawan
Wartawan : Tarman Seherman
  : Asep Jaya Pranata
  : Dimas Prasetiawan
  : Ilham Abdulah
     


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top